Royal Wedding Keraton DIY Mirip William-Kate?

Putri bungsu Sultan HB X dan pasangannya akan diarak menggunakan kereta kencana.

Source: VIVAnews.

Elin Yunita Kristanti, Suryanta Bakti Susila

Gusti Raden Ajeng Nur Astuti Wijareni dan Achmad Ubaidillah (Dokumen Keluarga)

VIVAnews – Perhelatan akbar sebentar lagi digelar di Keraton Yogyakarta. Sri Sultan Hamengkubuwono akan menikahkan putri bungsunya, Gusti Raden Ajeng Nur Astuti Wijareni, dengan Achmad Ubaidillah pada 18 Oktober 2011 mendatang.

Royal Wedding alias pernikahan ala kerajaan akan dilakukan. Seperti apa? “Royal Wedding dalam arti perkawinan di keraton harus melakukan tradisi upacara yang perlu kita lakukan,” kata GKR Hemas di Gedung DPD, Jakarta, Jumat 30 September 2011.

Hemas mengungkapkan, pesta pernikahan itu juga dipersembahkan sebagai pesta rakyat Yogja. “Juga menjadi salah satu yang ditunggu masyarakat,  yang ditunggu masyarakat keraton,” ujarnya.

Menurutnya, rakyat sekitar keraton antusias menyambut perhelatan yang tinggal menghitung hari itu. “Mereka ikut mendoakan dan ikut merayakan. Mereka ingin ikut berpesta di jalan-jalan dan sudut kota, jadi ada pesta rakyat. Nanti mereka akan dihibur sejumlah hiburan rakyat sambil menunggu lewatnya kereta royal wedding,” ujar Hemas.

Hemas menuturkan, konsep pernikahan itu melanjutkan tradisi yang diawali Sultan Hamengku Buwono VII. Menurutnya, ketika itu pengantin perempuan ditandu dibawa keliling dalam arak-arakan. Pasangannya mendampingi keliling naik kuda. “Tapi nanti dibilang feodal, jadi naik kereta kencana dua-duanya dari kraton diarak ke lokasi pernikahan di kepatihan,” ujarnya.

Dia menambahkan, cara arak-arakan pasangan pengantin itu merupakan momen spesial paling dinanti masyarakat. Panitia juga akan menyediakan layar di sudut-sudut jalan. “Kita pasang di beberapa sudut supaya  masyarakat Yogya dapat melihat jalannya acara,” ujarnya.

Hemas berharap, selain menunaikan kewajibannya sebagai orang tua: menikahkan anak, pernikahan putri bungsunya juga bisa menjadi daya tarik pariwisata Yogyakarta.

Apakah pengantin akan mengenakan pakaian mewah, seperti pernikahan Pangeran Wiliam dan Kate Middleton? “Kita sih nggak ada yang mewah. Yang jelas itu konsep pakaian tradisional, tetap tradisional, dan itu tidak ada yang berubah. Anak kami tidak menggunakan desain mahal, tetap tukang jahit lengganan kami,” kata Hemas. (umi)

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: